Pertumbuhan Penduduk dan Dinamika Kependudukan

Pertumbuhan Penduduk dan Dinamika Kependudukan

Pertumbuhan Penduduk dan Dinamika Kependudukan

pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.
Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu.

Rumus menghitung pertumbuhan penduduk :

p = (I – m) + (i – e)

Keterangan lengkap :
– p = pertumbuhan penduduk
– l = total kelahiran
– m = total kematian
– e = total emigran atau pendatang dari luar daerah
– i = total imigran atau penduduk yang pergi

Read More

Nama Negara Dunia Anggota PBB Perserikatan Bangsa

Nama Negara Dunia Anggota PBB Perserikatan Bangsa

Nama Negara Dunia Anggota PBB Perserikatan Bangsa

Daftar nama-nama negara di bawah ini adalah nama-nama negara yang terdaftar dalam organisasi PBB atau perserikatan bangsa-bangsa hingga bulan juni 2006 yang berjumlah 192 negara. PBB adalah sebutan dalam bahasa indonesia untuk united nations yang biasa disingkat dengan UN saja. Sifat daftar negara ini dapat berubah-ubah kapan saja. Selain nama negara juga terdapat tanggal negara tersebut mulai bergabung atau masuk dan terdaftar sebagai negara anggota PBB.
Daftar negara anggota PBB / UN :

Afganistan – terdaftar sejak 19 November 1946
Afrika Selatan – terdaftar sejak 7 November 1945
Republik Afrika Tengah – terdaftar sejak 20 September 1960
Albania – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Aljazair – terdaftar sejak 8 Oktober 1962
Amerika Serikat – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Andorra – terdaftar sejak 28 Juli 1993
Angola – terdaftar sejak 1 Desember 1976
Antigua dan Barbuda – terdaftar sejak 11 November 1981
Arab Saudi – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Argentina – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Armenia – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Australia – terdaftar sejak 1 November 1945
Austria – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Azerbaijan – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Bahama – terdaftar sejak 18 September 1973
Bahrain – terdaftar sejak 21 September 1971
Bangladesh – terdaftar sejak 17 September 1974
Barbados – terdaftar sejak 9 Desember 1966
Belanda – terdaftar sejak 10 Desember 1945
Belarus – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Belgia – terdaftar sejak 27 Desember 1945
Belize – terdaftar sejak 25 September 1981
Benin – terdaftar sejak 20 September 1960
Bhutan – terdaftar sejak 21 September 1971
Bolivia – terdaftar sejak 14 November 1945
Bosnia Herzegovina – terdaftar sejak 22 Mei 1992
Botswana – terdaftar sejak 17 Oktober 1966
Brasil – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Britania Raya – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Brunei – terdaftar sejak 21 September 1984
Bulgaria – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Burkina Faso – terdaftar sejak 20 September 1960
Burundi – terdaftar sejak 18 September 1962
Chad – terdaftar sejak 20 September 1960
Chili – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Ceko – terdaftar sejak 19 Januari 1993
Denmark – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Djibouti – terdaftar sejak 20 September 1977
Dominika – terdaftar sejak 18 Desember 1978
Republik Dominika – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Ekuador – terdaftar sejak 21 Desember 1945
El Salvador – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Eritrea – terdaftar sejak 28 Mei 1993
Estonia – terdaftar sejak 17 September 1991
Ethiopia – terdaftar sejak 13 November 1945
Fiji – terdaftar sejak 13 Oktober 1970
Filipina – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Finlandia – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Gabon – terdaftar sejak 20 September 1960
Gambia – terdaftar sejak 21 September 1965
Georgia – terdaftar sejak 31 Juli 1992
Ghana – terdaftar sejak 8 Maret 1957
Grenada – terdaftar sejak 17 September 1974
Guatemala – terdaftar sejak 21 November 1945
Guinea Khatulistiwa – terdaftar sejak 12 November 1968
Guinea – terdaftar sejak 12 Desember 1958
Guinea Bissau – terdaftar sejak 17 September 1974
Guyana – terdaftar sejak 20 September 1966
Haiti – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Honduras – terdaftar sejak 17 Desember 1945
Hongaria – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Islandia – terdaftar sejak 19 November 1946
India – terdaftar sejak 30 Oktober 1945
Indonesia – terdaftar sejak 28 September 1950
Iran – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Irak – terdaftar sejak 21 Desember 1945
Irlandia – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Israel – terdaftar sejak 11 Mei 1949
Italia – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Jamaika – terdaftar sejak 18 September 1962
Jepang – terdaftar sejak 18 Desember 1956
Jerman – terdaftar sejak 18 September 1973
Kamboja – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Kamerun – terdaftar sejak 20 September 1960
Kanada – terdaftar sejak 9 November 1945
Kazakhstan – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Kenya – terdaftar sejak 16 Desember 1963
Kepulauan Marshall – terdaftar sejak 17 September 1991
Kepulauan Solomon – terdaftar sejak 19 September 1978
Kiribati – terdaftar sejak 14 September 1999
Kolombia – terdaftar sejak 5 November 1945
Komoro – terdaftar sejak 12 November 1975
Republik Kongo – terdaftar sejak 20 September 1960
Republik Demokratik Kongo – terdaftar sejak 20 September 1960
Kosta Rika – terdaftar sejak 2 November 1945
Kroasia – terdaftar sejak 22 Mei 1992
Kuba – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Korea Selatan – terdaftar sejak 17 September 1991
Korea Utara – terdaftar sejak 17 September 1991
Kuwait – terdaftar sejak 14 Mei 1963
Kirgizia – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Laos – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Latvia – terdaftar sejak 17 September 1991
Lebanon – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Lesotho – terdaftar sejak 17 Oktober 1966
Liberia – terdaftar sejak 2 November 1945
Libya (Arab Jamahiriya) – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Liechtenstein – terdaftar sejak 18 September 1990
Lituania – terdaftar sejak 17 September 1991
Luxemburg – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Macedonia (Yugoslavia Lama) – terdaftar sejak 8 April 1993
Madagaskar – terdaftar sejak 20 September 1960
Malawi – terdaftar sejak 1 Desember 1964
Malaysia – terdaftar sejak 17 September 1957
Maladewa – terdaftar sejak 21 September 1965
Mali – terdaftar sejak 28 September 1960
Malta – terdaftar sejak 1 Desember 1964
Maroko – terdaftar sejak 12 November 1956
Mauritania – terdaftar sejak 27 Oktober 1961
Mauritius – terdaftar sejak 24 April 1968
Mesir – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Meksiko – terdaftar sejak 7 November 1945
Mikronesia – terdaftar sejak 17 September 1991
Moldavia – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Monako – terdaftar sejak 28 Mei 1993
Mongolia – terdaftar sejak 27 Oktober 1961
Montenegro – terdaftar sejak 28 Juni 2006
Mozambik – terdaftar sejak 16 September 1975
Myanmar – terdaftar sejak 19 April 1948
Namibia – terdaftar sejak 23 April 1990
Nauru – terdaftar sejak 14 September 1999
Nepal – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Nikaragua – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Niger – terdaftar sejak 20 September 1960
Nigeria – terdaftar sejak 7 Oktober 1960
Norwegia – terdaftar sejak 27 November 1945
Oman – terdaftar sejak 7 Oktober 1971
Pakistan – terdaftar sejak 30 September 1947
Palau – terdaftar sejak 15 Desember 1994
Panama – terdaftar sejak 13 November 1945
Pantai Gading – terdaftar sejak 20 September 1960
Papua Nugini – terdaftar sejak 10 Oktober 1975
Paraguay – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Perancis – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Peru – terdaftar sejak 31 Oktober 1945
Polandia – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Portugal – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Qatar – terdaftar sejak 21 September 1971
Rumania – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Rusia – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Rwanda – terdaftar sejak 18 September 1962
Saint Kitts dan Nevis – terdaftar sejak 23 September 1983
Saint Lucia – terdaftar sejak 18 September 1979
Saint Vincent dan Grenadines – terdaftar sejak 16 September 1980
Samoa – terdaftar sejak 15 Desember 1976
San Marino – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Sao Tome dan Principe – terdaftar sejak 16 September 1975
Selandia Baru – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Senegal – terdaftar sejak 28 September 1960
Serbia – terdaftar sejak 1 November 2000
Seychelles – terdaftar sejak 21 September 1976
Sierra Leone – terdaftar sejak 27 September 1961
Singapura – terdaftar sejak 21 September 1965
Siprus – terdaftar sejak 20 September 1960
Slovakia – terdaftar sejak 19 Januari 1993
Slovenia – terdaftar sejak 22 Mei 1992
Somalia – terdaftar sejak 20 September 1960
Spanyol – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Sri Lanka – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Sudan – terdaftar sejak 12 November 1956
Suriah – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Suriname – terdaftar sejak 4 Desember 1975
Swaziland – terdaftar sejak 24 September 1968
Swedia – terdaftar sejak 19 November 1946
Swiss – terdaftar sejak 10 September 2002
Tajikistan – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Tanjung Verde – terdaftar sejak 16 September 1975
Tanzania – terdaftar sejak 14 Desember 1961
Thailand – terdaftar sejak 16 Desember 1946
Tiongkok / Cina – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Timor Timur – terdaftar sejak 27 September 2002
Togo – terdaftar sejak 20 September 1960
Tonga – terdaftar sejak 14 September 1999
Trinidad Tobago – terdaftar sejak 18 September 1962
Tunisia – terdaftar sejak 12 November 1956
Turki – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Turkmenistan – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Tuvalu – terdaftar sejak 5 September 2000
Uganda – terdaftar sejak 25 Oktober 1962
Ukraina – terdaftar sejak 24 Oktober 1945
Uni Emirat Arab – terdaftar sejak 9 Desember 1971
Uruguay – terdaftar sejak 18 Desember 1945
Uzbekistan – terdaftar sejak 2 Maret 1992
Vanuatu – terdaftar sejak 15 September 1981
Venezuela – terdaftar sejak 15 November 1945
Vietnam – terdaftar sejak 20 September 1977
Yaman – terdaftar sejak 30 September 1947
Yordania – terdaftar sejak 14 Desember 1955
Yunani – terdaftar sejak 25 Oktober 1945
Zambia – terdaftar sejak 1 Desember 1964
Zimbabwe – terdaftar sejak 25 Agustus 1980

Sumber : https://sam-worthington.net/

Read More

SIKAP ANTI SOSIAL

SIKAP ANTI SOSIAL

SIKAP ANTI SOSIAL

1.Definisi prilaku menyimpang

Anti-sosial adalah sikap yang sama sekali tidak fleksibel, dan setiap sikap anti-sosial menunjukkan ketidakmampuan untuk beradaptasi. Banyak contoh sikap yang mirip anti-sosial berkembang dengan maraknya. Di jalan raya, kemacetan terjadi di mana-mana. Penyebabnya tidak secara keseluruhan diakibatkan oleh jumlah kendaraan yang tak seimbang dengan panjang jalan, namun kemacetan yang terjadi lebih dikarenakan motivasi agresi manusianya yang tidak dapat dikendalikan.

2. KEPRIBADIAN ANTI SOSIAL
Pada awalnya para ahli tidak menggolongkan perilaku antisosial sebagai bentuk dari gangguan mental, hal ini karena mereka tidak melihat adanya simptom-simtom yang mengarah ke hal tersebut. Satu hal yang bersifat paradoksal dalam psikopatologi adalah bahwa beberapa orang yang mengalami ini secara intelektual adalah normal namun disegi lain memiliki kepribadian yang abnormal. Lama, kondisi paradoks ini sulit dijelaskan. Hal tersebut diterima tanpa adanya pertanyaan selain cukup dipahami bahwa adanya disintegrasi dari penyebab dan intelektual yang menghasilkan gangguan mental.

Banyak mereka yang antisosial tidak menunjukan simtom umum gangguan mental seperti disorientasi, gangguan berpikir, gangguan persepsi dan bentuk lain dari perilaku patologis. Philippe Pinel pada akhir abad-18 menggambarkan bahwa orang-orang yang destruktif dan agresif tidak memiliki simptom umum seperti orang yang terganggu mentalnya. Pada awal abad-19, orang-orang antisosial digambarkan sebagai orang yang tidak bermoral. Mereka disebut moral imbesil. Secara bertahap kondisi ini digambarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pada akhir abad-19, istilah psikopat mulai digunakan untuk mereka yang berperilaku antisosial. Pada saat panduan diagnostok dari American Psychiatric Association dipublikasikan pada awal tahun 1950-an psikopat dan sosiopat diperkenalkan sebagai komponen stress dan sosiokultural dari perilaku dan mengurangi peran teori konstitusional yang pada awalnya mendominasi penelahaan tentang masalah ini. Saat edisi kedua dari panduan ini diterbitkan tahun 1968 istilah mulai ditinggalkan dan munculah istilah antisosial personality.

Secara virtual sulit untuk memperkirakan kasus antisosial personality di dalam masyarakat. Hanya sedikit dari mereka yang dirawat dipusat rehabilitasi mental. Dalam kenyataannya banyak rumah sakit yang secara terang-terangan menolak mereka dengan alasan bahwa institusi tersebut tidak diperuntukkan bagi mereka. Sejumlah besar pria dan wanita dengan kepribadian antisosial menemukan cara sendiri untuk mengatasi permasalahannya, namun disisi lain sangat sedikit upaya untuk menangani mereka yang berperilaku kriminal. Sejumlah orang antisosial lainnya tetap tinggal di lingkungannya sehingga dapat mempengaruhi keluarga maupun teman-temannya.

Kepribadian antisosial adalah salah satu dari sedikit kelompok diagnostik yang dapat dipahami dalam psikologi abnormal. Ada beberapa ketidaksepakatan yang terjadi diantara para ahli dalam melihat kasus antisosial. Beberapa ahli menyebutkan mereka yang tergolong kelompok ini adalah para alkoholik, pemakai narkoba, seks menyimpang, beberapa ahli lain tidak sepakat dengan hal ini. Namun, saat mereka dirawat mereka tidak dapat dibedakan dengan mereka yang antisosial, inilah letak kesulitannya. Untuk itu masih terus diupayakan untuk mencari pijakan fisiologis untuk menjelaskan masalah ini.

Kunci dari diagnosa antisosial bukan diarahkan pada kondisi perilaku tetapi lebih kearah karakteristik seseorang. Kesulitan dalam membedakan orang yang antisosial adalah saat fakta-fakta menunjukan bahwa orang-orang dengan ciri-ciri bermasalah tadi adalah mereka yang terlibat dengan kegiatan antisosial.Hal ini menjadi alasan bahwa studi tentang kepribadian antisosial harus ditinjau dari berbagai sudut pandang.Hal ini bisa dimulai dengan mengkaji mereka yang memiliki ciri perilaku antisosial dari populasi para pelaku kriminal. Hasil studi tadi boleh jadi akan membantu memahami ciri klinis dari kepribadian antisosial.

Berdasarkan telaahan yang tersebut di atas, kepribadian antisosial setidaknya menunjukan 5 ciri kepribadian, yaitu :

1. Ketidakmampuan belajar atau mengambil manfaat dari pengalaman.
2. Emosi bersifat superficial, tidak alami.
3. Irresponsibility/tidak bertanggungjawab.
4. Tidak memiliki hati nurani, tegaan.
5. Impulsiveness.

Lebih jauh kepribadian antisosial seharusnya tidak dikaitkan dengan kategori diagnostik seperti retardasi mental, gangguan otak, psikosis, neurosis atao situasi maladjustment lainnya (Ziskind, 1973). Artinya saat kepribadian antisosial dijelaskan dalam istilah psikologis seperti itu, maka diagnosa tentang antisosial hanya dapat dilakukan bila kondisi-kondisi lain yang menyertai salah satu diagnostik tadi muncul didalamnya.
Pada dasarnya seorang yang memiliki kepribadian antisosial tidak mampu untuk bersikap hangat dan membina relasi interpersonal yang baik. Mereka tidak mampu membina persahabatan atas dasar rasa percaya dan afeksi. Pada saat pendapat atau sikap orang yang antisosial tidak diterima mereka dapat menjadi berbahaya dan mungkin akan melakukan kekerasan. Karena mereka tidak memiliki nurani, mereka mampu berperilaku ekstrim seperti agresif, brutal, atau tingkah laku lain yang menyakiti.

Banyak mereka yang tidak peduli dengan orang lain disebut antisosial. Mayoritas kriminal dan delikuen bertindak impulsif atau berusaha untuk mencapai keuntungan secara finansial, status personal dengan cara yang tidak wajar. Orang yang sadar dengan kesalahan yang mereka lakukan biasanya mengalami rasa cemas, atau rasa bersalah. Sedangkan orang antisosial tidak merasa bersalah dan cemas kalaupun ada hanya verbalisasi saja. Dalam banyak orang antisosial melakukan kesalahan karena ia memperoleh reward dari perbuatannya. Pengulangan dari reward dan reinforcement dalam jangka waktu panjang membentuk perliku delikuen dan kriminal.

Kepribadian antisosial juga belajar dari perilaku antisosial mereka yang diberi reward oleh lingkungan. Bagaimanapun tipe pribadi seperti ini akan menjadi malaadaptif setelah diberikan hukuman secara berulang. Hal penting adalah individu yang didiagnosa sebagai antisosial akan mengembangkan perilaku maladaptif dalam kehidupan sosialnya. Orang-orang seperti ini tidak segang-segan mencuri harta orang tuanya atau anggota keluarga yang lain, menipu orang lain agar menolong dirinya dan hal ini dilakukan tanpa ada rasa penyesalan. Tindakan seperti ini bukan merupakan karakteristik umumnya kriminal (kadang-kadang kriminal juga memiliki rasa penyesalan).

Baca Juga :

Read More

Perilaku Menyimpang dan Sikap-sikap Anti Sosial

Perilaku Menyimpang dan Sikap-sikap Anti Sosial

Perilaku Menyimpang dan Sikap-sikap Anti Sosial

PRILAKU MENYIMPANG

1. Definisi Perilaku Menyimpang
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain.
Berikut ini beberapa definisi dari perilaku menyimpang yang dijelaskan oleh beberapa ahli sosiologi :
1. Menurut James Worker Van der Zaden. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
2. Menurut Robert Muhamad Zaenal Lawang. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan menimbulkan usaha dari yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut.
3. Menurut Paul Band Horton. Penyimpangan sosial adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.
Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

2. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang
Menurut Paul B. Horton perilaku menyimpang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Perilaku dikatakan menyimpang atau tidak harus bisa dinilai berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
2. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. Perilaku menyimpang tidak selamanya negatif, ada kalanya penyimpangan bisa diterima masyarakat, misalnya wanita karier. Adapun pembunuhan dan perampokan merupakan penyimpangan sosial yang ditolak masyarakat.
3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. Semua orang pernah melakukan perilaku menyimpang, akan tetapi pada batas-batas tertentu yang bersifat relatif untuk semua orang. Dikatakan relatif karena perbedaannya hanya pada frekuensi dan kadar penyimpangan. Jadi secara umum, penyimpangan yang dilakukan setiap orang cenderung relatif. Bahkan orang yang telah melakukan penyimpangan mutlak lambat laun harus berkompromi dengan lingkungannya.
4. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. Budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Akan tetapi pada kenyataannya tidak ada seorang pun yang patuh terhadap segenap peraturan resmi tersebut karena antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Artinya, peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum dalam kenyataan kehidupan sehari-hari cenderung banyak dilanggar.
5. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakukan secara terbuka. Jadi norma-norma penghindaran merupakan bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga.
6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan). Penyimpangan sosial tidak selamanya menjadi ancaman karena kadang-kadang dapat dianggap sebagai alat pemikiran stabilitas sosial.

3. Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang
Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.
Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu
1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna, misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga.
2. Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajar yang menyimpang. Misalnya, seorang anak yang melakukan tindakan kejahatan setelah melihat tayangan rekonstruksi cara melakukan kejahatan atau membaca artikel yang memuat tentang tindakan kriminal. Demikian halnya karir penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. Hal itu juga terjadi pada penjahat berdasi putih (white collar crime) yakni para koruptor kelas kakap yang merugikan uang negara bermilyar- milyar. Berawal dari kecurangan-kecurangan kecil semasa bekerja di kantor/mengelola uang negara, lama kelamaan makin berani dan menggunakan berbagai strategi yang sangat rapi dan tidak mengundang kecurigaan karena tertutup oleh penampilan sesaat.
3. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang, sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri, maka terjadilah perilaku menyimpang. Misalnya jika setiap penguasa terhadap rakyat makin menindas maka lama-kelamaan rakyat akan berani memberontak untuk melawan kesewenangan tersebut. Pemberontakan bisa dilakukan secara terbuka maupun tertutup dengan melakukan penipuan-penipuan/pemalsuan data agar dapat mencapai tujuannya meskipun dengan cara yang tidak benar. Penarikan pajak yang tinggi akan memunculkan keinginan memalsukan data, sehingga nilai pajak yang dikenakan menjadi rendah. Seseorang mencuri arus listrik untuk menghindari beban pajak listrik yang tinggi. Hal ini merupakan bentuk pemberontakan/perlawanan yang tersembunyi.
4. Ikatan sosial yang berlainan. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. Jika pergaulan itu mempunyai pola-pola perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang.
5. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. Seringnya media massa menampilkan berita atau tayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang) menyebabkan anak secara tidak sengaja menganggap bahwa perilaku menyimpang tersebut sesuatu yang wajar. Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang, sehingga terjadi proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan menyimpang pada diri anak dan anak menganggap perilaku menyimpang merupakan sesuatu yang wajar/biasa dan boleh dilakukan:

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial selanjutnya —>>

4. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang
Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.
• Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1. Penyimpangan bersifat positif. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karir.
2. Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. Bobot penyimpangan negatif didasarkan pada kaidah sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat pada umumnya dinilai lebih berat dari pada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan santun. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut:
1. Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. Seseorang yang melakukan penyimpangan primer masih diterima di masyarakat karena hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang tersebut. Misalnya, siswa yang terlambat, pengemudi yang sesekali melanggar peraturan lalu lintas, dan orang yang terlambat membayar pajak.
2. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi, sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk, serta seseorang yang melakukan tindakan pemerkosaan. Tindakan penyimpangan tersebut cukup meresahkan masyarakat dan mereka biasanya di cap masyarakat sebagai “pencuri”, “pemabuk”, “penodong dan “pemerkosa”. Julukan itu makin melekat pada si pelaku setelah ia ditangkap polisi dan diganjar dengan hukuman.
• Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :
Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Misalnya, seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan, seperti: mencuri, menodong, dan memeras. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut.
1.
1. Pembandel yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.
2. Pembangkang yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak taat pada peringatan orang-orang.
3. Pelanggar yaitu penyimpangan yang terjadi karena melanggar norma-norma umum yang berlaku dalam masyarakat.
4. Perusuh atau penjahat yaitu penyimpangan yang terjadi karena mengabaikan norma-norma umum, sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.
5. Munafik yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak menepati janji, berkata bohong, mengkhianati kepercayaan, dan berlagak membela.

Sumber Materi : https://guruips.co.id/

Read More

Nilai dan Norma Sosial

Nilai dan Norma Sosial

Nilai dan Norma Sosial

Nilai dan Norma Sosial

Nilai dan Norma Sosial

Pengertian Nilai Sosial

Satu bagian penting dari kebudayaan atau suatu masyarakat adalah nilai sosial. Suatu tindakan dianggap sah, dalam arti secara moral diterima, kalau tindakan tersebut harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat di mana tindakan tersebut dilakukan.  Dalam sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi kasalehan beribadah, maka apabila ada orang yang malas beribadah tentu akan menjadi bahan pergunjingan, cercaan, celaan, cemoohan, atau bahkan makian.  Sebaliknya, kepada orang-orang yang rajin beribadah, dermawan, dan seterusnya, akan dinilai sebagai orang yang pantas, layak, atau bahkan harus dihormati dan diteladani.

Apakah yang dimaksud dengan nilai sosial?

Dalam Kamus Sosiologi yang disusun oleh Soerjono Soekanto disebutkan bahwa nilai (value) adalah konsepsi-konsepsi abstrak di dalam diri manusia, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Horton dan Hunt (1987) menyatakan bahwa nilai adalah gagasan mengenai apakah suatu pengalaman itu berarti apa tidak berarti. Dalam rumusan lain, nilai merupakan anggapan terhadap sesuatu hal, apakah sesuatu itu pantas atau tidak pantas, penting atau tidak penting, mulia ataukah hina. Sesuatu itu dapat berupa benda, orang, tindakan, pengalaman, dan seterusnya.

Macam-macam Nilai Sosial

Prof. Notonegoro membedakan nilai menjadi tiga macam, yaitu: (1) Nilai material, yakni meliputi berbagai konsepsi mengenai segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia, (2) Nilai vital, yakni meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktivitas, dan (3) Nilai kerohanian, yakni meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan rohani manusia: nilai kebenaran, yakni yang bersumber pada akal manusia (cipta), nilai keindahan, yakni yang bersumber pada unsur perasaan (estetika), nilai moral, yakni yang bersumber pada unsur kehendak (karsa), dan nilai keagamaan (religiusitas), yakni nilai yang bersumber pada revelasi (wahyu) dari Tuhan.

Nilai individual – nilai sosial

Seorang individu mungkin memiliki nilai-nilai yang berbeda, bahkan bertentangan dengan individu-individu lain dalam masyarakatnya. Nilai yang dianut oleh seorang individu dan berbeda dengan nilai yang dianut oleh sebagaian besar anggota masyarakat dapat disebut sebagai nilai individual. Sedangkan nilai-nilai yang dianut oleh sebagian besar anggota masyarakat disebut nilai sosial.

Ciri-ciri nilai sosial:

  • Nilai sosial merupakan konstruksi abstrak dalam pikiran orang yang tercipta melalui interaksi sosial,
  • Nilai sosial bukan bawaan lahir, melainkan dipelajari melalui proses sosialisasi, dijadikan milik diri melalui internalisasi dan akan mempengaruhi tindakan-tindakan penganutnya dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tanpa disadari lagi (enkulturasi),
  • Nilai sosial memberikan kepuasan kepada penganutnya,
  • Nilai sosial bersifat relative,
  • Nilai sosial berkaitan satu dengan yang lain membentuk sistem nilai,
  • Sistem nilai bervariasi antara satu kebudayaan dengan yang lain,
  • Setiap nilai memiliki efek yang berbeda terhadap perorangan atau kelompok,
  • Nilai sosial melibatkan unsur emosi dan kejiwaan, dan
  • Nilai sosial mempengaruhi perkembangan pribadi.

Fungsi nilai sosial.

Nilai Sosial dapat berfungsi:

  • Sebagai faktor pendorong, hal ini berkaitan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan cita-cita atau harapan,
  • Sebagai petunjuk arah mengenai cara berfikir dan bertindak, panduan menentukan pilihan, sarana untuk menimbang penghargaan sosial, pengumpulan orang dalam suatu unit sosial,
  • Sebagai benteng perlindungan atau menjaga stabilitas budaya.

Kerangka Nilai Sosial

Antara masyarakat yang satu dengan yang lain dimungkinkan memiliki nilai yang sama atau pun berbeda. Cobalah ingat pepatah lama dalam Bahasa Indonesia:  “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, atau pepatah dalam bahasa Jawa:  “desa mawa cara, negara mawa tata”. Pepatah-pepatah ini menunjukkan kepada kita tentang adanya perbedaan nilai di antara masyarakat atau kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Mengetahui sistem nilai yang dianut oleh sekelompok orang atau suatu masyarakat tidaklah mudah, karena nilai merupakan konsep asbtrak yang hidup di alam pikiran para warga masyarakat atau kelompok. Namun lima kerangka nilai dari Cluckhohn yang di Indonesia banyak dipublikasikan oleh antropolog Koentjaraningrat berikut ini dapat dijadikan acuan untuk mengenali nilai macam apa yang dianut oleh suatu kelompok atau masyarakat.

Lima kerangka nilai yang dimaksud adalah:

  • Tanggapan mengenai hakekat hidup (MH), variasinya: ada individu, kelompok atau masyarakat yang memiliki pandangan bahwa “hidup itu baik” atau “hidup itu buruk”,
  • Tanggapan mengenai hakikat karya (MK), variasinya: ada orang yang menganggap karya itu sebagai status, tetapi ada juga yang menganggap karya itu sebagai fungsi,
  • Tanggapan mengenai hakikat waktu(MW), variasinya: ada kelompok yang berorientasi ke masa lalu, sekarang atau masa depan,
  • Tanggapan mengenai hakikat alam (MA), Variainya:  masyarakat Industri memiliki pandangan bahwa manusia itu berada di atas alam, sedangkan masyarakat agraris memiliki pandangan bahwa manusia merupakan bagian dari alam.  Dengan pandangannya terhadap alam tersebut, masyarakat industri memiliki pandangan bahwa manusia harus menguasai alam untuk kepentingan hidupnya, sedangkan masyarakat agraris berupaya untuk selalu menyerasikan kehidupannya dengan alam,
  • Tanggapan mengenai hakikat manusia (MM),            variasi: masyarakat tradisional  atau feodal  memandang orang lain secara vertikal, sehingga dalam masyarakat tradisional terdapat perbedaan  harga diri (prestige) yang tajam antara para pemimpin (bangsawan) dengan rakyat jelata.  Sedangkan masyarakat industrial memandang  manusia  yang satu dengan yang lain secara horizontal (sejajar).

Pengertian Norma sosial

Kalau nilai merupakan pandangan tentang baik-buruknya sesuatu, maka norma merupakan ukuran yang digunakan oleh masyarakat  apakah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang merupakan tindakan yang wajar dan dapat diterima karena sesuai dengan harapan sebagian besar warga masyarakat ataukah merupakan tindakan yang menyimpang karena tidak sesuai dengan harapan sebagian besar warga masyarakat.

Apa hubungannya antara nilai dengan norma? Norma dibangun di atas nilai sosial, dan norma sosial diciptakan untuk menjaga dan mempertahankan nilai sosial. Pelanggaran terhadap norma akan mendapatkan sanksi dari masyarakat : Masa Kejayaan dan Keruntuhan Ternate

Berbagai macam norma dalam masyarakat

Dilihat dari tingkat sanksi atau kekuatan mengikatnya terdapat:

  1. Tata cara atau usage. Tata cara (usage); merupakan norma dengan sanksi yang sangat ringat terhadap pelanggarnya, misalnya aturan memegang garpu atau sendok ketika makan, cara memegang gelas ketika minum. Pelanggaran atas norma ini hanya dinyatakan tidak sopan.
  2. Kebiasaan (folkways). Kebiasaan (folkways); merupakan cara-cara bertindak yang digemari oleh masyarakat sehingga dilakukan berulang-ulang oleh banyak orang. Misalnya mengucapkan salam ketika bertemu, membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua, dst.
  3. Tata kelakuan (mores). Tata kelakuan merupakan norma yang bersumber kepada filsafat, ajaran agama atau ideology yang dianut oleh masyarakat. Pelanggarnya disebut jahat. Contoh: larangan berzina, berjudi, minum minuman keras, penggunaan napza, mencuri, dst.
  4. Adat (customs). Adat merupakan  norma yang tidak tertulis namun sangat kuat mengikat, apabila adat  menjadi tertulis ia menjadi hukum adat.
  5. Hukum (law). Hukum merupakan norma berupa aturan tertulis, ketentuan sanksi terhadap siapa saja yang melanggar dirumuskan secara tegas. Berbeda dengan norma-norma yang lain, pelaksanaan norma hukum didukung oleh adanya aparat, sehingga memungkinkan pelaksanaan yang tegas.

Mode atau fashion.

Di samping lima macam norma yang telah disebutkan itu, dalam masyarakat masih terdapat satu jenis lagi yang mengatur tentang tindakan-tindakan yang berkaitan dengan estetika atau keindahan, seperti pakaian, musik, arsitektur rumah, interior mobil, dan sebagainya. Norma jenis ini disebut mode atau fashion.  Fashion dapat berada pada tingkat usage, folkways, mores, custom, bahkan law.

Hubungan antara nilai dengan norma sosial

Di dalam masyarakat yang terus berkembang, nilai senantiasa ikut berubah. Pergeseran nilai dalam banyak hal juga akan mempengaruhi kebiasaan-kebiasaan ataupun tata kelakuan yang berlaku dalam masyarakat. Di wilayah perdesaan, sejak berbagai siaran dan tayangan telivisi swasta mulai dikenal, perlahan-lahan terlihat bahwa di dalam masyarakat itu mulai terjadi pergesaran nilai, misalnya tentang kesopanan. Tayangan-tayangan yang didominasi oleh sinetron-sinetron mutakhir yang acapkali memperlihatkan artis-artis yang berpakaian relatif terbuka, sedikit banyak menyebabkan batas-batas toleransi masyarakat menjadi semakin longgar. Berbagai kalangan semakin permisif terhadap kaum remaja yang pada mulanya berpakaian normal, menjadi ikut latah berpakaian minim dan terkesan makin berani. Model rambut panjang kehitaman yang dulu menjadi kebanggaan gadis-gadis desa, mungkin sekarang telah dianggap sebagai simbol ketertinggalan. Sebagai gantinya, yang sekarang dianggap trendy dan sesuai dengan konteks zaman sekarang (modern) adalah model rambut pendek dengan warna pirang atau kocoklat-coklatan.  Jadi berubahnya nilai akan berpengaruh terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Sumber Materi : https://www.murid.co.id/

Read More

Tips Agar Tampilan Blog Menarik

Tips Agar Tampilan Blog Menarik

Tips Agar Tampilan Blog Menarik

Tips Agar Tampilan Blog Lebih Menarik dan lebih Profesional Pada halaman blog memang menyenangkan dan membuat halaman blog akan terlihat sangat cantik. Tapi tahukah anda ada beberapa hal yang harus dihindari pada halaman blog anda agar terlihat lebih profesional. Kenapa tampilan halaman harus Profesional? untuk menjawab hal ini sangatlah bervariatif yang jelas jawaban abstrak dari saya adalah masalah tampilan, anda tahu kan penampilan halaman dengan user interface yang baik adalah hal yang utama, apapun didunia ini pertama kali yang dilihat adalah penampilan jika kesan pertama sudah tidak baik jelas akan berpengaruh buruk terhadap pengunjung blog anda. secara realita memang penilaian setiap orang bervariasi dan relatif tetapi tidak salah kan kita mencoba menuju ke kearah kesempurnaan. Masih ingat beberapa bulan yang lalu ketika saya baru pertama kali membuat blog. Banyak sekali widget dan aksesoris yang saya pasang pada halaman blog saya, setelah saya pikir-pikir untuk apa semua itu jika tidak ada hubungan sama sekali dengan blog saya dan jangan pernah berpikir bahwa tampilan blog saya Profesional karena mencapai tujuan tersebut sangatlah tidak mudah dan butuh waktu. 
Untuk menjawab semua hal diatas saya akan berbagi tips bagaimana menjadikan halaman blog anda terlihat lebih berisi dan terlihat profesional dan apa saja yang harus dihindari pada halaman blog anda:
  1. Lakukan pengecekan halaman pada beberapa web browser yang berbeda Tampilan halaman anda begitu cantik di browser firefox tetapi belum tentu bagus di browser IE atau Opera atau browser yang lain. Ingat pengunjung blog anda tidak hanya menggunakan satu browser saja. untuk itu anda coba lakukan pengecekan dengan browser yang berbeda, misalkan : Firefox, IE, Opera, Safari. 
  2. Pilihan warna pada blog Pemilihan warna memang susah-susah gampang semuanya tergantung selera pemilik blog. Jangan terlalu egois, pilih warna sesuai dengan tema blog anda. coba anda pikir jika blog anda tentang agama dengan pilihan warna hitam, terlihat janggal bukan! kebanyakan warna hitam lebih cenderung ke situs yang bertemakan underground. 
  3. Hindari memasang jam Tanyakan pada diri anda sendiri apa gunanya memasang jam di blog anda, jika hanya sebagai pengingat waktu atau untuk mempercantik halaman sebaiknya tidak usah digunakan, apa gunanya jam pada taksbar windows. yang jelas bakal bikin load page anda semakin berat.
  4. Hindari pasang kalender Apa gunanya kalender windows? orang butuh informasi dari blog anda bukan ingin melihat kalender. sekedar informasi kalender yang saya maksud adalah kalender umum, beda dengan kalender yang menampilkan sebuah posting (biasanya banyak digunakan pengguna wordpress) 
  5. Hindari pasang jumlah pengunjung tetap Jika blog anda masih baru jangan gunakan counter atau tracker, ini akan berakibat penilaian yang buruk terhadap blog anda. walaupun untuk beberapa penyedia layanan counter menyediakan fasilitas untuk memanipulasi dan menambah jumlah pengunjung secara manual, coba anda pikir blog yang baru dibuat sudah mencapai 100.000 pengunjung apa itu mungkin?. 
  6. Jangan memelas untuk meminta mengklik iklan Hindari kata “klik iklan dibawah ini” atau bahasa apapun yang meminta pengunjung anda untuk mengklik iklan. sampai saat ini ada beberapa blog yang melakukan hal tersebut (maaf jika blog anda termasuk dalam hal ini) siapa sih didunia ini yang suka diperintah, Tanpa anda menyuruhpun pengunjung bakal mengklik iklan tersebut jika dirasa berguna bagi mereka. 
  7. Jangan memasang iklan yang berserakan Iklan yang banyak memang sangat menguntungkan, namun jangan sampai isi halaman anda hanya iklan dan iklan. Pasang iklan sewajarnya saja dan tahukah anda pengunjung sangat risih dengan adanya iklan yang telihat melebihi kapasitas dari isi halaman blog anda. 
  8. Hindari memasang lagu pada blog Selain bikin halaman berat blog yang menampilkan lagu agak terkesan tidak profesional dan maaf agak terkesan jaman dulu (jadul). Tidak masalah jika blog anda tentang musik atau blog personal tapi untuk blok bisnis kayanya kurang cocok. 
  9. Menampilkan status IP pengunjung Blog anda bukan program spy khan?, jadi lebih baik tidak usah dipasang agar pengunjung tidak merasa dimata-matai. 
  10. Memasang widgets yang tidak ada hubunganganya dengan blog Menambahkan widgets memang menyenangkan tapi jika tidak ada hubungannya malah blog anda terkesan aneh. pasanglah widget sesuai dengan kebutuhan saja. 
  11. Jangan hanya Copy-Paste Saya tidak melarang anda untuk melakukan Copy-Paste, jika memang dilakukan sebaiknya perbaiki juga code scriptnya, hargai jerih payah penulis sebenarnya karna jika hanya copy-paste tulisannya tidak bakal terlihat rapi dan kemungkinan gambar yang diikutsertakan tidak bakal muncul. 
  12. Perhatikan tanda baca Perhatikan tulisan anda apakah sudah benar tanda bacanya. Kesalahan dalam titik koma saja akan berakibat mempunyai arti yang berbeda.
  13. Jangan gunakan gambar yang besar Gambar memang mempercantik halaman anda, gambar yang besar justru jadi bumerang buat loading page anda. yang jelas blog anda pasti akan diabaikan untuk sementara waktu ketika loading page sedang berjalan. 
  14. Periksa dead link Link yang telah mati bakal tidak disukai pembaca, jangan kan pembaca, search engine pun tidak menyukai hal ini. Lakukan pengecekan dead link sesering mungkin, banyak tools di internet yang bisa melakukan tugas ini.
  15. Jangan terlalu banyak memposting artikel orang lain Ini akan mendapat respon buruk dari pembaca, karena pembaca akan lebih berpikir lebih baik membaca kesumbernya secara langsung. 
  16. Selalu pasang nama sumber artikel Blog yang profesional selalu menghargai jerih payah orang lain, yang jelas memasang nama sumber tidak merugikan anda sedikitpun sebaliknya penghargaan atas jerih payah orang lain itulah yang membuat anda terlihat lebih profesional. 
  17. Cara merespon komentar yang baik Jangan pernah bersikap menggurui, hargai semua komentar dengan bijak walau pun ada beberapa komentar yang menyebalkan. Ingat! blog tempat orang menuangkan semua ide dan pemikiran jadi semua orang pasti mempunyai pendapat yang berbeda. Demikian Tips Membuat Tampilan Blog Lebih Profesional, semoga denag tips ini buat yang sedang membangun blog atau ingin memaksimalkan blognya bisa bermanfaat sumber: dioalah dari berbagai sumber

Baca Juga :

Read More

Cara Membuat Wi-Fi Tethering

Cara Membuat Wi-Fi Tethering

Cara Membuat Wi-Fi Tethering

WiFi adalah salah satu fitur yang saat ini dirasa wajib harus ada di perangkat smartphone. Bukan hanya ponsel kelas atas saja yang sudah menerapkan WiFi, bahkan ponsel buat pemula pun sudah banyak yang menyediakan teknologi WiFi sebagai fitur bawaannya. Termasuk Android, kebanyakaan atau katakanlah semua perangkat Android juga telah memiliki fitur WiFi. Selain sebagai fitur bawaan, WiFi juga punya turunan lagi bernama WiFi Hotspot. Apa fungsi WiFi Tethering (Portable Hotspot)? Gampangnya, WiFi Tethering (Portable Hotspot) berfungsi untuk membagi koneksi internet dengan perangkat lain (theterng) yang juga memiliki fitur WiFi.
Sekarang ini paket koneksi internet unlimited semakin murah, baik di jaringan GSM maupun CDMA. Platform Android menerapkan sistem umum dimana koneksi internet juga terbuka untuk umum, tidak seperti BlackBerry yang menerapkan tarif khusus pada koneksi internetnya. Hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah sebulan, kita dapat memanfaatkan koneksi internet tanpa batas melalui gadget Android tersebut, baik untuk dimanfaatkan sendiri, ataupun dibagi-bagi (tethering).

 

Nah, kali ini kita akan mencoba membuat koneksi Wi-Fi (area Hotspot) dengan Samsung Galaxy Tab 2 melalui fitur tethering. Namun, metode ini hanya berlaku untuk handphone Android yang menggunakan sistem operasi Android 2.2 Froyo keatas. Untuk Android 2.1 Eclair ke bawah, fitur ini tidak tersedia, kecuali dilakukan root terlebih dahulu.
Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
  1. Tap Settings lalu tap Wireless and networks.
  2. Tap Tethering and portable hotspot.
  3. Tap (ceklis) Portable Wi-Fi hotspot.
  4. Untuk galaxy tab 2,dibagian pojok kanan atas terdapat gambar 3 bata / baris. Tap bagian tersebut.
  5. Tap tulisan Configure.
  6. Ketik Network SSID. Jika perangkat lain akan mengakses hotspot, akan memilih nama ini yang muncul.
  7. Pilih WPA/WPA2 Personal pada bagian security.
  8. Ketik password.
  9. Tap Save.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Read More

Path for Android

Path for Android

Path for Android

Path untuk Android membantu pengguna ponsel terhubung juga melacak kejadian sehari-hari dan membantu anda untuk berbagi dengan orang lain, Path tidak seperti Facebook dan berbeda dari Google + karena tidak sembarang orang akan menemukan anda. Kesederhanaan aplikasi Path sangat mudah digunakan dan membantu anda seperti berada di rumah.
Path adalah Journal pintar yang membantu anda berbagi dengan orang-orang yang anda cintai, Berbagi pemikiran atau pendapat anda, Berbagi musik yang sedang anda dengarkan, memberitahu lokasi anda berada dan sedang bersama siapa, saat anda bangun dan ketika anda tidur, dan foto-foto yang berkualitas tinggi, Bagi anda yang ingin berbagi dengan situs jejaring sosial seperti foursquare dan Facebook , anda dapat dengan mudah check-in, meng-upload foto dan update status langsung dari aplikasi Path.
Path merupakan aplikasi yang cukup canggih tetapi saat ini tidak akan mungkin menggantikan jejaring sosial seperti yang ada sekarang, Jika Twitter, Facebook , atau Google + adalah sebagai alat pilihan anda untuk kehidupan sosial anda, Tetapi untuk hubungan yang lebih berarti cobalah Path, banyak pengguna Path menggunakannya untuk melacak teman dan orang-orang yang ingin ditemui atau berbicara dan hang out bersama-sama
Ini bukanlah situs untuk mendapatkan banyak pengikut dan teman seperti yang biasa dilakukan pada twitter, tetapi ini adalah situs untuk menjaga teman dan keluarga terdekat anda, Mungkin selama lima tahun terakhir kita telah banyak melihat situs-situs jejaring sosial, misalkan pada tahun 2005 mungkin banyak dari kita yang mendaftar MySpace, Friendster dan ruang sosial lainnya, Pada 2007 – 2011 munculah Twitter, Tumblr, Facebook , Google + dan sejenisnya.
Path dimulai pada akhir tahun 2010 dengan tujuan yang sederhana yaitu untuk menciptakan jaringan mikro kecil teman terdekat, sekali pengguna mendaftar Path, mereka bisa memilih hingga 150 teman dekat untuk berbagi posting, gambar, lokasi, musik, atau bahkan ketika tidur dan saat bangun, Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk posting, tersenyum atau mengomentari Path orang lain. dan juga memungkinkan orang untuk berbagi posting spesifik ke Twitter, Facebook , Tumblr, Foursquare, atau tetap bersifat pribadi kepada Path teman lain.
Dibandingkan dengan 1000 orang di Twitter, 1500 orang di Facebook atau 2000 orang di Google + yang mungkin tidak terlalu peduli tentang hal yang biasanya kita lakukan sehari-hari, mungkin ini adalah keuntungan dan kelebihan dari aplikasi Path, yaitu merangkul kelompok jejaring sosial yang lebih kecil dan menikmati komunikasi yang lebih baik, nyaman dan lebih peduli.
Read More

Undang Informasi dan Transaksi Elektronik

Undang Informasi dan Transaksi Elektronik

Undang Informasi dan Transaksi Elektronik

informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Secara umum, materi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu pengaturan mengenai informasi dan transaksi elektronik dan pengaturan mengenai perbuatan yang dilarang. Pengaturan mengenai informasi dan transaksi elektronik mengacu pada beberapa instrumen internasional, seperti UNCITRAL Model Law on eCommerce dan UNCITRAL Model Law on eSignature. Bagian ini dimaksudkan untuk mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat umumnya guna mendapatkan kepastian hukum dalam melakukan transaksi elektronik.

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

Beberapa materi y ng diatur, antara lain:

  1. pengakuan informasi/dokumen elektronik sebagai alat bukti hukum yang sah (Pasal 5 & Pasal 6 UU ITE).
  2. tanda tangan elektronik (Pasal 11 & Pasal 12 UU ITE).
  3. penyelenggaraan sertifikasi elektronik (certification authority, Pasal 13 & Pasal 14 UU ITE).
  4. penyelenggaraan sistem elektronik (Pasal 15 & Pasal 16 UU ITE).

Maksud dan tujuan isi UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemajuan teknologi ini tentunya mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya antara lain mudahnya memperoleh informasi kapan pun dan dimana pun, meningkatkan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan sebagai media yang memungkinkan siapapun untuk berpartisipasi di dalamnya untuk keperluan apa pun dan lain-lain. Sedangkan dampak negatifnya yaitu membuka ruang terjadinya perdagangan gelap, penipuan dan pemalsuan, dapat merusak moral bangsa melalui situs-situs tertentu, menurunkan rasa nasionalisme, penyalahgunaan yang tidak memandang nilai-nilai agama dan sosial budaya dapat menimbulkan perpecahan dan sebagainya. Oleh karena itu pemerintah membuat UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Baca Juga :

Read More

COCOMO (Constructive Cost Model)

COCOMO (Constructive Cost Model)

COCOMO (Constructive Cost Model)

COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W.’s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak.

Constructive Cost Model (COCOMO) Merupakan algoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm. Model ini menggunakan rumus regresi dasar, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini.

Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.

Jenis-Jenis COCOMO terdiri dari 3 jenis, yaitu :

  1. Basic COCOMO

Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:

  1. Proyek organik (organic mode)

Proyek organik merupakan proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.

  1. Proyek sedang (semi-detached mode)

Proyek sedang merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda

  1. Proyek terintegrasi (embedded mode)

Proyek terintegrasi merupakan proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.

  1. Intermediate COCOMO

Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:

  1. Atribut produk (product attributes)
  2. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
  3. Ukuran basis data aplikasi (DATA)
  4. Kompleksitas produk (CPLX)
  1. Atribut perangkat keras (computer attributes)
  2. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
  3. Memori yang dipakai (STOR)
  4. Kecepatan mesin virtual (VIRT)
  5. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
  1. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
  2. Kemampuan analisis (ACAP)
  3. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
  4. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
  5. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
  6. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
  1. Atribut proyek (project attributes)
  2. Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
  3. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
  4. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)
  1. Complete atau Detailed COCOMO

Dalam hal ini adalah rincian untuk fase tidak diwujudkan dalam persentase, tetapi dengan cara faktor-faktor pengaruh dialokasikan untuk fase. Pada saat yang sama, maka dibedakan menurut tiga tingkatan hirarki produk (modul, subsistem, sistem), produk yang berhubungan dengan faktor-faktor pengaruh sekarang dipertimbangkan dalam persamaan estimasi yang sesuai. Selain itu detail cocomo dapat menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

Read More