Category Umum

Cara Membuat Wi-Fi Tethering

Cara Membuat Wi-Fi Tethering

Cara Membuat Wi-Fi Tethering

WiFi adalah salah satu fitur yang saat ini dirasa wajib harus ada di perangkat smartphone. Bukan hanya ponsel kelas atas saja yang sudah menerapkan WiFi, bahkan ponsel buat pemula pun sudah banyak yang menyediakan teknologi WiFi sebagai fitur bawaannya. Termasuk Android, kebanyakaan atau katakanlah semua perangkat Android juga telah memiliki fitur WiFi. Selain sebagai fitur bawaan, WiFi juga punya turunan lagi bernama WiFi Hotspot. Apa fungsi WiFi Tethering (Portable Hotspot)? Gampangnya, WiFi Tethering (Portable Hotspot) berfungsi untuk membagi koneksi internet dengan perangkat lain (theterng) yang juga memiliki fitur WiFi.
Sekarang ini paket koneksi internet unlimited semakin murah, baik di jaringan GSM maupun CDMA. Platform Android menerapkan sistem umum dimana koneksi internet juga terbuka untuk umum, tidak seperti BlackBerry yang menerapkan tarif khusus pada koneksi internetnya. Hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah sebulan, kita dapat memanfaatkan koneksi internet tanpa batas melalui gadget Android tersebut, baik untuk dimanfaatkan sendiri, ataupun dibagi-bagi (tethering).

 

Nah, kali ini kita akan mencoba membuat koneksi Wi-Fi (area Hotspot) dengan Samsung Galaxy Tab 2 melalui fitur tethering. Namun, metode ini hanya berlaku untuk handphone Android yang menggunakan sistem operasi Android 2.2 Froyo keatas. Untuk Android 2.1 Eclair ke bawah, fitur ini tidak tersedia, kecuali dilakukan root terlebih dahulu.
Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
  1. Tap Settings lalu tap Wireless and networks.
  2. Tap Tethering and portable hotspot.
  3. Tap (ceklis) Portable Wi-Fi hotspot.
  4. Untuk galaxy tab 2,dibagian pojok kanan atas terdapat gambar 3 bata / baris. Tap bagian tersebut.
  5. Tap tulisan Configure.
  6. Ketik Network SSID. Jika perangkat lain akan mengakses hotspot, akan memilih nama ini yang muncul.
  7. Pilih WPA/WPA2 Personal pada bagian security.
  8. Ketik password.
  9. Tap Save.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Read More

Path for Android

Path for Android

Path for Android

Path untuk Android membantu pengguna ponsel terhubung juga melacak kejadian sehari-hari dan membantu anda untuk berbagi dengan orang lain, Path tidak seperti Facebook dan berbeda dari Google + karena tidak sembarang orang akan menemukan anda. Kesederhanaan aplikasi Path sangat mudah digunakan dan membantu anda seperti berada di rumah.
Path adalah Journal pintar yang membantu anda berbagi dengan orang-orang yang anda cintai, Berbagi pemikiran atau pendapat anda, Berbagi musik yang sedang anda dengarkan, memberitahu lokasi anda berada dan sedang bersama siapa, saat anda bangun dan ketika anda tidur, dan foto-foto yang berkualitas tinggi, Bagi anda yang ingin berbagi dengan situs jejaring sosial seperti foursquare dan Facebook , anda dapat dengan mudah check-in, meng-upload foto dan update status langsung dari aplikasi Path.
Path merupakan aplikasi yang cukup canggih tetapi saat ini tidak akan mungkin menggantikan jejaring sosial seperti yang ada sekarang, Jika Twitter, Facebook , atau Google + adalah sebagai alat pilihan anda untuk kehidupan sosial anda, Tetapi untuk hubungan yang lebih berarti cobalah Path, banyak pengguna Path menggunakannya untuk melacak teman dan orang-orang yang ingin ditemui atau berbicara dan hang out bersama-sama
Ini bukanlah situs untuk mendapatkan banyak pengikut dan teman seperti yang biasa dilakukan pada twitter, tetapi ini adalah situs untuk menjaga teman dan keluarga terdekat anda, Mungkin selama lima tahun terakhir kita telah banyak melihat situs-situs jejaring sosial, misalkan pada tahun 2005 mungkin banyak dari kita yang mendaftar MySpace, Friendster dan ruang sosial lainnya, Pada 2007 – 2011 munculah Twitter, Tumblr, Facebook , Google + dan sejenisnya.
Path dimulai pada akhir tahun 2010 dengan tujuan yang sederhana yaitu untuk menciptakan jaringan mikro kecil teman terdekat, sekali pengguna mendaftar Path, mereka bisa memilih hingga 150 teman dekat untuk berbagi posting, gambar, lokasi, musik, atau bahkan ketika tidur dan saat bangun, Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk posting, tersenyum atau mengomentari Path orang lain. dan juga memungkinkan orang untuk berbagi posting spesifik ke Twitter, Facebook , Tumblr, Foursquare, atau tetap bersifat pribadi kepada Path teman lain.
Dibandingkan dengan 1000 orang di Twitter, 1500 orang di Facebook atau 2000 orang di Google + yang mungkin tidak terlalu peduli tentang hal yang biasanya kita lakukan sehari-hari, mungkin ini adalah keuntungan dan kelebihan dari aplikasi Path, yaitu merangkul kelompok jejaring sosial yang lebih kecil dan menikmati komunikasi yang lebih baik, nyaman dan lebih peduli.
Read More

Jantung yang terbuka

Jantung yang terbuka

Jantung yang terbuka

Orangtuaku jatuh cinta pada pandangan pertama, dan mereka telah menjalani kehidupan cinta selama lebih dari lima puluh dua tahun. Mereka bukan saja merasa nyaman terhadap satu dan lainnya atau sekadar saling bertoleransi terhadap kekurangan masing-masing. Mereka masih saling sungguh-sungguh saling jatuh cinta, berikut semua gairah, sakit hati, serta gejolak emosi lainnya.
Ayah selalu suka menggoda daripada romantis, dan ia telah membanjiri kami dengan cerita-cerita eksploitasinya. Misalnya, petama kali ia dan ibu saling bicara adalah setelah perang dunia II, setelah ayak kembali dari Jepang. Ia sedang mengendarai mobil baru kakaknya ke kota ketika ia melihat ibu memasuki toko furnitur. Ia segera berhenti, melompat keluar dari mobil dan berhasil memasuki toko tepat di belakang ibu. Ibuku yang saat itu berusian dua puluh enam tahun, dan sedang berpikir untuk mencari apartemen, dan meminta kepada pemilik toko untuk menunjukan satu set tempat tidur tunggal, yang telah ia lihat seminggu sebelumnya. Ayah, yang baru sekedar mengenal ibu, melagkah kesisinya dan berkata, “Ah Maude, masa kita tidur di tempat tidur tunggal?”
Tiga bulan kemudian mereka menikah, dan mereka memang tidur di atas dua tempat tidur tunggal itu sampai mereka mampu membeli tempat tidur ganda. Lima puluh tiga tahun kemudian mereka masih tidur di tempatt tidur yang sama.
Pada usia tujuh puluh delapan, ayah menjalani bedah jantung. Ibu yang berusia tujuh puluh enam tahun menghabiskan setiap malam di rumah sakit, dan setiap siang di sisi tempat tidurnya. Hal pertama yang ayah katakan ketika mereka melepas selang tenggoroknya adalah hal yang paling romantis yang pernah kudengar. Ia berkata “Maude, kau tahu apa yang dokter temukan ketika membedahku? Ia menemukan namamu terukir di jantungku.”

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Read More

Mencintai Tanpa Syarat

Mencintai Tanpa Syarat

Mencintai Tanpa Syarat

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.
mereka menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak….. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .
dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”
Anak2ku …. Jikalau pernikahan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian..
sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang,
kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..
dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..
disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.. dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Read More